"Kenapa selalu yang cantik yang diutamakan?"
Seperti judul dari artikel ini, kita akan membahas soal 'Beauty Privilege'. Untuk yang kurang familiar dengan istilah ini, Beauty Privilege adalah hak istimewa untuk seseorang yang dianggap menarik berdasarkan standar kecantikan masyarakat.
Secara tidak langsung, kita sering menjadi pelaku dan juga korban dari Beauty Privilege. Dan ini adalah hal yang seharusnya kita sadari. Kadang, ada saja orang yang menarik perhatianmu sehingga kamu secara tidak sadar memperlakukan orang itu lebih spesial. Terkadang, kamu juga seorang korban dari ini. Kamu kerap membandingkan diri sendiri ketika kalah dari orang yang kamu anggap lebih 'menarik'. Lalu berujung insecure, dan mengutuki diri sendiri.
Dalam artikel ini, aku ingin membahas sedikit lebih dalam soal ini. Anggap saja ini surat terbuka untuk masyarakat agar lebih membuka mata terhadap masalah ini.
Apa sih dampak negatif dari Beauty Privilege ini?
1. Insecure
Paling banyak ditemukan adalah diri kita yang kerap membandingkan diri sendiri dengan orang lain. Selalu merasa kurang, dan akhirnya menjadikan diri sendiri korban dari Beauty Privilege. Ini adalah salah satu dampak negatif yang berbahaya. Terlihat sepele memang, tapi insecure ini bisa mempengaruhi kualitas hidupmu, girls. Karena kehilangan kepercayadirianmu, banyak kesempatan yang kamu buang. Dan tujuanmu? Tidak akan tercapai dengan insecure.
2. Bullying.
Ini hal yang sebenarnya sering juga dibahas, tapi hampir paling kecil tindakannya. Kata-kata jahat kerap yang membuatmu merasa sakit juga termasuk bully loh? Dan pelaku bully, bukan hanya orang tidak dikenal, tapi bisa dari orang terdekat kita. Orangtua, teman-teman dan tentu saja dirimu sendiri. STOP BULLYING!
3. Diskriminasi.
Ini hal yang tidak disadari, tapi bisa menimbulkan dua dampak negatif di atas. Kadang secara—lagi-lagi—tak sadar, kita melakulan diskriminasi. Duduk di antara kelompok kelompok anak yang menarik, tidak ingin berinteraksi dengan orang yang kita anggap kurang menarik, dan bahkan ketika kamu menarik diri dari sekitar dengan merasa bahwa kamu tidak 'masuk' ke dalam satu kelompok tertentu, kamu sedang melakukan diskriminasi pada diri sendiri.
Lalu, apa yang sebaiknya kamu lakukan untuk mulai menolak dampak negatif dari beauty privilege ini?
Tindakan Nyata Kamu Dimulai Dari Sekarang!
Pernah dengan soal kecantikan dari dalam? Yup, inner beauty. Kecantikan dari dalam adalah kecantikan yang berasal dari dalam dirimu. Gali potensi diri, pelan-pelan temukan apa yang membuatmu menjadi 'dirimu' yang seutuhnya. Apa yang kamu cintai? Apa yang membuatmu menarik? Dan jadilah nyaman dengan dirimu sendiri. Mungkin terlihat tidak berpengaruh besar untuk orang lain, tapi dengan kamu melakukan ini kamu juga sudah ikut ambil bagian dalam mengikis budaya ini.
Gunakan ponselmu untuk hal yang membuatmu merasakan ketenangan. Contohnya:
- Daripada membuka instagram/facebook untuk scrolling, pakai kamera untuk mengambil potrait diri. Semakin banyak foto dirimu di dalam ponsel daripada milik orang lain akan lebih baik. Ini akan meningkatkan rasa nyaman dengan diri sendiri. Ini berbeda dengan perilaku narsis, jadi jangan sampai keliru ya!
- Cari konten yang bisa memotivasimu, konten perawatan diri, atau konten-konten yang bisa membuatmu jadi lebih baik lagi setiap harinya. Entah di youtube atau di Tiktok. Kegiatanmu di dua aplikasi tersebut bisa jadi lebih menguntungkan ya?
- Baca ebook atau dengarkan podcast. Temukan dirimu di antara tulisan dan suara mereka. Ini bisa dilakukan sebagai kegiatan istirahat yang menyenangkan untuk kamu semua.
Jujur saya adalah orang yang selalu merasa insecure tetapi saya selalu menutupi itu semua dengan canda tawa,setelah saya membaca ini saya menjadi termotivasi.
BalasHapusTerima kasih ��